ZPT BS02: ZPT Bunga & Buah - Florigen
On this page
- SOP Pembuatan ZPT Bunga & Buah Premium “Florigen” - Skala 100 Liter
- Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Bakteri Pelarut Mineral)
- Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Generative-Boost”
- Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
- Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
- Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Generatif)
SOP Pembuatan ZPT Bunga & Buah Premium “Florigen” - Skala 100 Liter
Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:
- Nutrisi Generatif Terlarut: Mengandung Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), dan Boron (B) dalam bentuk bio-aktif yang 100% tersedia, berkat kerja bakteri pelarut mineral.
- Stimulasi Pembungaan & Pembuahan Serempak: Diperkaya dengan hormon alami (Sitokinin & Giberelin) dan asam amino esensial (Prolin) yang memicu munculnya bunga secara seragam dan meningkatkan keberhasilan penyerbukan (fruit set).
- Mencegah Kerontokan Bunga & Buah: Menyediakan pasokan nutrisi kunci yang seimbang pada saat kritis, sehingga tanaman memiliki energi yang cukup untuk menahan bunga dan bakal buah (mencegah kerontokan).
- Peningkatan Kualitas & Bobot Buah: Memaksimalkan pengisian buah dengan nutrisi lengkap, menghasilkan buah yang lebih besar, padat, berbobot, memiliki warna cerah, rasa optimal, dan daya simpan lebih lama.
Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Bakteri Pelarut Mineral)
Untuk fase generatif, kita membutuhkan bakteri “penambang” yang handal dalam melarutkan Fosfor (P) dan Kalium (K), dua unsur terpenting untuk bunga dan buah.
Sumber Alami Terbaik: Tanah dari Sekitar Bebatuan Lapuk (Weathered Rocks).
Alasan: Mikroba yang hidup di lingkungan ekstrem ini, seperti di celah-celah batu yang mulai lapuk di tepi sungai atau perbukitan, telah berevolusi menjadi pelarut mineral yang sangat efisien untuk bertahan hidup. Mereka adalah sumber terbaik untuk mendapatkan Bacillus megaterium (pelarut P) dan Bacillus mucilaginosus (pelarut K).
Bahan:
- 2 kg tanah dan kerikil kecil dari sekitar bebatuan lapuk.
- 5 liter air cucian beras kental.
- 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
- 250 gram Rock Phosphate (fosfat alam) bubuk, untuk menyeleksi bakteri pelarut P.
Wadah: Jeriken 10 liter.
Cara Membuat:
- Masukkan tanah bebatuan, air cucian beras, larutan gula aren, dan rock phosphate ke dalam jeriken.
- Tutup rapat, kocok kuat, lalu kendurkan tutupnya.
- Simpan di tempat gelap selama 10-14 hari. Ini adalah MOL Starter Pelarut Mineral Anda.
Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Generative-Boost”
Tonik ini adalah formula khusus yang menyediakan nutrisi dan stimulan kunci untuk fase pembungaan dan pembuahan.
Volume Tonik: 10 Liter
Bahan:
- 5 liter air kelapa TUA (sangat kaya Kalium dan Sitokinin).
- 3 liter air bersih.
- 1 kg molase (tetes tebu).
- 1 liter ekstrak labu kuning matang (dibuat dengan memblender 500 gr daging labu kuning dengan 1 liter air, lalu saring). Labu kuning kaya akan Asam Amino Prolin, yang vital untuk kesehatan serbuk sari.
- 500 ml hidrolisat protein ikan.
- 1 sendok teh (sekitar 5 gram) Borax atau Asam Borat. (Dosis harus tepat, jangan berlebihan!). Boron krusial untuk pembentukan serbuk sari dan transportasi Kalsium.
Cara Membuat:
- Dalam ember, larutkan molase dan Borax ke dalam 3 liter air hingga benar-benar larut.
- Masukkan air kelapa tua, ekstrak labu kuning, dan hidrolisat protein ikan.
- Aduk hingga semua bahan tercampur sempurna.
Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.
Bahan Utama (Sumber P, K, Ca Organik):
- 10 kg batang dan bonggol pisang (dicacah halus). Sumber Kalium (K) organik terbaik.
- 5 kg tepung tulang ikan atau 10 kg kulit telur yang sudah dijemur kering dan ditumbuk halus (sumber Kalsium & Fosfor).
- 5 kg buah-buahan sangat matang (seperti pisang, pepaya, nanas), diblender. Sumber enzim, potasium, dan energi.
Bahan Lainnya:
- 10 liter Tonik Nutrisi “Generative-Boost”.
- 10 liter MOL Starter Pelarut Mineral.
- Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 60-65 liter).
Langkah-langkah:
- Masukkan semua bahan utama yang sudah dicacah/diblender ke dalam drum.
- Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi dan 10 liter MOL Starter. Aduk rata hingga menjadi seperti adonan bubur.
- Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter.
- Nyalakan aerator. Fermentasi aerobik akan mempercepat proses pelarutan mineral oleh bakteri.
- Biarkan fermentasi berjalan selama 14-21 hari. Proses ini membutuhkan waktu lebih lama untuk melarutkan bahan mineral.
Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
Indikator: Aroma fermentasi manis seperti buah matang (tape), tidak ada bau busuk. Warna larutan coklat pekat.
Pemanenan:
- Matikan aerator, biarkan ampas berat (seperti sisa tulang/cangkang telur) mengendap selama 1-2 hari.
- Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Florigen Bloom & Fruit Maximizer Anda.
- Ampas sisa adalah pupuk padat kaya P dan K yang sangat bagus untuk ditaburkan di lubang tanam musim berikutnya.
Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Generatif)
Studi Kasus: Memaksimalkan Produksi Bunga dan Buah Cabai
Prinsip: Ganti pupuk vegetatif dengan Florigen begitu tanaman menunjukkan tanda-tanda akan berbunga untuk memfokuskan energi tanaman.
Aplikasi Awal (Saat Muncul Bakal Bunga Pertama):
- Tujuan: Memberikan sinyal dan nutrisi bagi tanaman untuk memulai fase generatif secara serempak.
- Dosis: 20-25 ml Florigen per 1 liter air.
- Cara: Kocorkan 250-300 ml larutan per tanaman. Lakukan setiap 5-7 hari sekali.
Fase Pembungaan Penuh & Pembentukan Buah (Fruit Set):
- Tujuan: Mencegah kerontokan bunga, memaksimalkan penyerbukan, dan mendukung pembentukan buah muda.
- Dosis: 25-30 ml Florigen per 1 liter air.
- Cara: Lanjutkan kocor rutin setiap 5-7 hari. Aplikasi semprot (dosis 10 ml/liter) bisa dilakukan 1-2 kali untuk memberikan Boron dan Kalsium langsung ke bagian bunga, tapi kocor tetap yang utama.
Fase Pengisian dan Pembesaran Buah:
- Tujuan: Memastikan buah terisi penuh, padat, berbobot, dan memiliki warna yang cerah.
- Dosis: Naikkan dosis menjadi 30-40 ml Florigen per 1 liter air. Kebutuhan Kalium tanaman sedang di puncaknya.
- Cara: Lanjutkan kocor dengan dosis yang lebih tinggi ini setiap 5-7 hari sekali hingga menjelang panen terakhir.
Dengan aplikasi Florigen yang tepat, tanaman cabai Anda akan memiliki energi dan bahan baku yang cukup untuk menghasilkan bunga yang lebat, buah yang jadi semua, tidak mudah rontok, dan memiliki kualitas premium.