ZPT BS01: ZPT Akar & Daun - Vegeta Force
On this page
- SOP Pembuatan ZPT Akar & Daun Premium “Vegeta Force” - Skala 100 Liter
- Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Bakteri Pemicu Tumbuh)
- Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Hormone-Boost”
- Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
- Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
- Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Vegetatif)
SOP Pembuatan ZPT Akar & Daun Premium “Vegeta Force” - Skala 100 Liter
Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:
- Konsorsium Sinergis Penghasil Hormon: Menggabungkan bakteri spesialis penghasil auksin (untuk akar) seperti Azospirillum, dengan bakteri penghasil giberelin dan pelarut nutrisi (untuk tunas dan daun) seperti Pseudomonas dan Bacillus.
- Stimulasi Perakaran Maksimal: Hasil akhir dirancang untuk memicu pertumbuhan akar serabut dan rambut akar secara eksplosif, memperluas area penyerapan nutrisi tanaman secara signifikan.
- Peningkatan Vigor & Fotosintesis: Produk kaya akan nutrisi organik siap serap dan hormon yang membuat daun lebih hijau (klorofil meningkat), lebih lebar, dan lebih tebal, sehingga proses fotosintesis menjadi super efisien.
- Kaya Nutrisi Vegetatif: Mengandung Nitrogen (N) dan Fosfor (P) organik dalam bentuk yang mudah diserap, serta mikronutrien esensial dari sumber nabati terbaik.
Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Bakteri Pemicu Tumbuh)
Kita akan mengambil bakteri langsung dari “pabriknya” di alam, yaitu dari perakaran tanaman yang pertumbuhannya sangat cepat.
A. MOL Perakaran Rumput Gajah/Vetiver (Target: Azospirillum brasilense)
Azospirillum adalah maestro penghasil hormon auksin dan hidup berasosiasi erat dengan akar rumput-rumputan.
Bahan:
- 1 kg tanah dan akar segar dari rumpun rumput gajah (Pennisetum purpureum) atau vetiver (Chrysopogon zizanioides) yang tumbuh subur.
- 5 liter air cucian beras kental.
- 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
Wadah: Jeriken 10 liter.
Cara Membuat:
- Cacah akar rumput dan masukkan bersama tanahnya ke dalam jeriken.
- Masukkan air cucian beras dan larutan gula aren.
- Tutup rapat, kocok kuat, lalu kendurkan tutupnya.
- Simpan di tempat gelap selama 7-10 hari. Ciri khasnya seringkali terbentuk lapisan lendir dan beraroma manis fermentasi. Ini adalah MOL Starter A.
B. MOL Humus Hutan Bambu (Target: Pseudomonas fluorescens & Bacillus megaterium)
Hutan bambu adalah ekosistem kaya mikroba yang sangat baik untuk mendapatkan bakteri pelarut fosfat dan pemicu vigor.
Bahan:
- 1 kg topsoil/humus dari bawah rumpun bambu yang lebat.
- 5 liter air cucian beras kental.
- 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
Cara Membuat:
- Prosesnya sama seperti pembuatan MOL A.
- Simpan di tempat gelap selama 7-10 hari. Aromanya khas tape yang kuat. Ini adalah MOL Starter B.
Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Hormone-Boost”
Tonik ini bukan sekadar makanan, tapi juga menyediakan bahan baku (prekursor) bagi bakteri untuk memproduksi hormon pertumbuhan secara massal.
Volume Tonik: 10 Liter
Bahan:
- 5 liter air kelapa MUDA (sangat kaya akan sitokinin dan giberelin alami).
- 3 liter air bersih.
- 1 kg molase (tetes tebu).
- 1 liter ekstrak tauge/kecambah (dibuat dengan memblender 500 gr tauge dengan 1 liter air, lalu saring). Tauge adalah sumber Triptofan dan Auksin alami, bahan baku utama hormon perakaran.
- 500 ml hidrolisat protein ikan (sumber nitrogen dan asam amino esensial).
- 250 ml ekstrak rumput laut cair.
Cara Membuat:
- Dalam ember, larutkan molase ke dalam 3 liter air.
- Masukkan air kelapa muda, ekstrak tauge, hidrolisat protein, dan ekstrak rumput laut.
- Aduk hingga semua bahan tercampur sempurna. Tonik siap memacu pertumbuhan super cepat.
Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.
Bahan Utama (Sumber Nutrisi & ZPT Nabati):
- 10 kg daun gamal (Gliricidia sepium) atau daun kelor (Moringa oleifera). Keduanya adalah sumber Nitrogen organik dan hormon alami yang luar biasa.
- 5 kg bonggol pisang (dicacah). Sangat kaya akan giberelin dan kalium.
Bahan Lainnya:
- 10 liter Tonik Nutrisi “Hormone-Boost”.
- 5 liter MOL Starter A (Rumput).
- 5 liter MOL Starter B (Bambu).
- Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 70 liter).
Langkah-langkah:
- Ekstraksi Nabati: Blender daun gamal/kelor dan cacahan bonggol pisang dengan sedikit air hingga menjadi bubur pekat.
- Masukkan bubur nabati ini ke dalam drum.
- Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi, 5 liter MOL Starter A, dan 5 liter MOL Starter B. Aduk rata.
- Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter.
- Nyalakan aerator. Fermentasi aerobik ini akan memastikan bakteri penghasil ZPT berkembang biak secara optimal.
- Biarkan fermentasi berjalan selama 7-14 hari.
Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
Indikator: Aroma fermentasi manis seperti tape buah, warna larutan coklat pekat kehijauan, dan terbentuk buih stabil di permukaan.
Pemanenan:
- Matikan aerator, biarkan ampas mengendap selama 12-24 jam.
- Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Vegeta Force Anda.
- Ampasnya adalah pupuk organik padat kualitas istimewa.
Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Vegetatif)
Studi Kasus: Memaksimalkan Pertumbuhan Cabai dari Semai hingga Menjelang Berbunga
Prinsip: Fokus utama adalah aplikasi kocor (soil drench) untuk membangun sistem perakaran yang dominan.
Fase Persemaian (Usia 10 hari ke atas):
- Tujuan: Mempercepat perkembangan akar dan batang bibit agar kokoh.
- Dosis: 10 ml Vegeta Force per 1 liter air.
- Cara: Siramkan (kocorkan) ke media semai setiap 5-7 hari sekali.
Saat Pindah Tanam:
- Tujuan: Mencegah stres, mempercepat pemulihan, dan memacu pertumbuhan akar baru di lahan.
- Dosis: 20 ml Vegeta Force per 1 liter air.
- Cara: Sebelum bibit ditanam, rendam akar bibit dalam larutan selama 1-2 menit. Setelah ditanam, siram lubang tanam dengan 250 ml (satu gelas) larutan yang sama.
Fase Vegetatif (1 Minggu Setelah Tanam s/d Muncul Bunga Pertama):
- Tujuan: Membangun “pabrik” tanaman yang besar dan sehat sebelum masuk fase generatif.
Metode Utama (Kocor):
- Dosis: 25-30 ml Vegeta Force per 1 liter air.
- Cara: Kocorkan 250-300 ml larutan per tanaman, tepat di area perakaran. Lakukan rutin setiap 7 hari sekali.
Metode Pendukung (Semprot):
- Dosis: 10 ml Vegeta Force per 1 liter air.
- Cara: Semprotkan ke seluruh bagian daun (terutama bagian bawah) setiap 10-14 hari sekali pada sore hari untuk meningkatkan kehijauan dan lebar daun.
Instruksi Penting:
Setelah tanaman cabai mulai memasuki fase pembungaan dan pembuahan secara masif, kurangi frekuensi atau hentikan penggunaan ZPT ini. Fokuslah pada pupuk Generatif (POC Bunga & Buah) agar energi tanaman terfokus pada produksi buah, bukan pada pertumbuhan daun baru.