ZPT BS01: ZPT Akar & Daun - Vegeta Force

SOP Pembuatan ZPT Akar & Daun Premium “Vegeta Force” - Skala 100 Liter

Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:

  • Konsorsium Sinergis Penghasil Hormon: Menggabungkan bakteri spesialis penghasil auksin (untuk akar) seperti Azospirillum, dengan bakteri penghasil giberelin dan pelarut nutrisi (untuk tunas dan daun) seperti Pseudomonas dan Bacillus.
  • Stimulasi Perakaran Maksimal: Hasil akhir dirancang untuk memicu pertumbuhan akar serabut dan rambut akar secara eksplosif, memperluas area penyerapan nutrisi tanaman secara signifikan.
  • Peningkatan Vigor & Fotosintesis: Produk kaya akan nutrisi organik siap serap dan hormon yang membuat daun lebih hijau (klorofil meningkat), lebih lebar, dan lebih tebal, sehingga proses fotosintesis menjadi super efisien.
  • Kaya Nutrisi Vegetatif: Mengandung Nitrogen (N) dan Fosfor (P) organik dalam bentuk yang mudah diserap, serta mikronutrien esensial dari sumber nabati terbaik.

Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Bakteri Pemicu Tumbuh)

Kita akan mengambil bakteri langsung dari “pabriknya” di alam, yaitu dari perakaran tanaman yang pertumbuhannya sangat cepat.

A. MOL Perakaran Rumput Gajah/Vetiver (Target: Azospirillum brasilense)

Azospirillum adalah maestro penghasil hormon auksin dan hidup berasosiasi erat dengan akar rumput-rumputan.

Bahan:

  • 1 kg tanah dan akar segar dari rumpun rumput gajah (Pennisetum purpureum) atau vetiver (Chrysopogon zizanioides) yang tumbuh subur.
  • 5 liter air cucian beras kental.
  • 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.

Wadah: Jeriken 10 liter.

Cara Membuat:

  1. Cacah akar rumput dan masukkan bersama tanahnya ke dalam jeriken.
  2. Masukkan air cucian beras dan larutan gula aren.
  3. Tutup rapat, kocok kuat, lalu kendurkan tutupnya.
  4. Simpan di tempat gelap selama 7-10 hari. Ciri khasnya seringkali terbentuk lapisan lendir dan beraroma manis fermentasi. Ini adalah MOL Starter A.

B. MOL Humus Hutan Bambu (Target: Pseudomonas fluorescens & Bacillus megaterium)

Hutan bambu adalah ekosistem kaya mikroba yang sangat baik untuk mendapatkan bakteri pelarut fosfat dan pemicu vigor.

Bahan:

  • 1 kg topsoil/humus dari bawah rumpun bambu yang lebat.
  • 5 liter air cucian beras kental.
  • 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.

Cara Membuat:

  1. Prosesnya sama seperti pembuatan MOL A.
  2. Simpan di tempat gelap selama 7-10 hari. Aromanya khas tape yang kuat. Ini adalah MOL Starter B.

Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Hormone-Boost”

Tonik ini bukan sekadar makanan, tapi juga menyediakan bahan baku (prekursor) bagi bakteri untuk memproduksi hormon pertumbuhan secara massal.

Volume Tonik: 10 Liter

Bahan:

  • 5 liter air kelapa MUDA (sangat kaya akan sitokinin dan giberelin alami).
  • 3 liter air bersih.
  • 1 kg molase (tetes tebu).
  • 1 liter ekstrak tauge/kecambah (dibuat dengan memblender 500 gr tauge dengan 1 liter air, lalu saring). Tauge adalah sumber Triptofan dan Auksin alami, bahan baku utama hormon perakaran.
  • 500 ml hidrolisat protein ikan (sumber nitrogen dan asam amino esensial).
  • 250 ml ekstrak rumput laut cair.

Cara Membuat:

  1. Dalam ember, larutkan molase ke dalam 3 liter air.
  2. Masukkan air kelapa muda, ekstrak tauge, hidrolisat protein, dan ekstrak rumput laut.
  3. Aduk hingga semua bahan tercampur sempurna. Tonik siap memacu pertumbuhan super cepat.

Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)

Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.

Bahan Utama (Sumber Nutrisi & ZPT Nabati):

  • 10 kg daun gamal (Gliricidia sepium) atau daun kelor (Moringa oleifera). Keduanya adalah sumber Nitrogen organik dan hormon alami yang luar biasa.
  • 5 kg bonggol pisang (dicacah). Sangat kaya akan giberelin dan kalium.

Bahan Lainnya:

  • 10 liter Tonik Nutrisi “Hormone-Boost”.
  • 5 liter MOL Starter A (Rumput).
  • 5 liter MOL Starter B (Bambu).
  • Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 70 liter).

Langkah-langkah:

  1. Ekstraksi Nabati: Blender daun gamal/kelor dan cacahan bonggol pisang dengan sedikit air hingga menjadi bubur pekat.
  2. Masukkan bubur nabati ini ke dalam drum.
  3. Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi, 5 liter MOL Starter A, dan 5 liter MOL Starter B. Aduk rata.
  4. Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter.
  5. Nyalakan aerator. Fermentasi aerobik ini akan memastikan bakteri penghasil ZPT berkembang biak secara optimal.
  6. Biarkan fermentasi berjalan selama 7-14 hari.

Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan

Indikator: Aroma fermentasi manis seperti tape buah, warna larutan coklat pekat kehijauan, dan terbentuk buih stabil di permukaan.

Pemanenan:

  1. Matikan aerator, biarkan ampas mengendap selama 12-24 jam.
  2. Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Vegeta Force Anda.
  3. Ampasnya adalah pupuk organik padat kualitas istimewa.

Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Vegetatif)

Studi Kasus: Memaksimalkan Pertumbuhan Cabai dari Semai hingga Menjelang Berbunga

Prinsip: Fokus utama adalah aplikasi kocor (soil drench) untuk membangun sistem perakaran yang dominan.

Fase Persemaian (Usia 10 hari ke atas):

  • Tujuan: Mempercepat perkembangan akar dan batang bibit agar kokoh.
  • Dosis: 10 ml Vegeta Force per 1 liter air.
  • Cara: Siramkan (kocorkan) ke media semai setiap 5-7 hari sekali.

Saat Pindah Tanam:

  • Tujuan: Mencegah stres, mempercepat pemulihan, dan memacu pertumbuhan akar baru di lahan.
  • Dosis: 20 ml Vegeta Force per 1 liter air.
  • Cara: Sebelum bibit ditanam, rendam akar bibit dalam larutan selama 1-2 menit. Setelah ditanam, siram lubang tanam dengan 250 ml (satu gelas) larutan yang sama.

Fase Vegetatif (1 Minggu Setelah Tanam s/d Muncul Bunga Pertama):

  • Tujuan: Membangun “pabrik” tanaman yang besar dan sehat sebelum masuk fase generatif.

Metode Utama (Kocor):

  • Dosis: 25-30 ml Vegeta Force per 1 liter air.
  • Cara: Kocorkan 250-300 ml larutan per tanaman, tepat di area perakaran. Lakukan rutin setiap 7 hari sekali.

Metode Pendukung (Semprot):

  • Dosis: 10 ml Vegeta Force per 1 liter air.
  • Cara: Semprotkan ke seluruh bagian daun (terutama bagian bawah) setiap 10-14 hari sekali pada sore hari untuk meningkatkan kehijauan dan lebar daun.

Instruksi Penting:

Setelah tanaman cabai mulai memasuki fase pembungaan dan pembuahan secara masif, kurangi frekuensi atau hentikan penggunaan ZPT ini. Fokuslah pada pupuk Generatif (POC Bunga & Buah) agar energi tanaman terfokus pada produksi buah, bukan pada pertumbuhan daun baru.