Siapkan ember bersih. Tuangkan air kelapa dan air bersih.
Masukkan molase, aduk hingga larut sempurna dan homogen.
Ambil sedikit larutan dari ember, larutkan MSG di dalamnya hingga benar-benar larut, lalu tuangkan kembali ke dalam ember dan aduk rata.
Tambahkan campuran kecap ikan + air, aduk kembali.
Masukkan ekstrak kelor dan ekstrak kulit nanas, aduk hingga merata.
Terakhir, masukkan garam krosok. Aduk perlahan hingga garam benar-benar larut.
Tutup ember/wadah dengan rapat namun tidak kedap udara (misalnya, tutup yang bisa sedikit terangkat oleh gas atau dilubangi kecil) untuk memungkinkan pelepasan gas CO₂. Simpan di tempat teduh.
Aplikasi: Gunakan sebagai media nutrisi dalam fermentor/kultur utama dengan dosis 1–5% v/v (volume per volume). Misalnya, untuk fermentasi 100 L, gunakan 1–5 L tonik ini. Dosis disesuaikan dengan target kepadatan mikroba.
Penyimpanan: Pindahkan ke botol/jeriken yang tertutup rapat. Simpan di tempat sejuk dan gelap. Kualitas optimal terjaga hingga ≤ 2 minggu.
Sebelum Pakai: Kocok ringan untuk menghomogenkan kembali endapan.
Kombinasi ekstrak kelor + kulit nanas sangat kaya akan nutrisi makro-mikro dan enzim (terutama bromelain dari nanas), namun kandungan hormon pertumbuhannya tidak sekuat ekstrak rumput laut. Formula ini tetap sangat efektif untuk memacu pertumbuhan bakteri secara umum.
Kecap ikan adalah sumber asam amino dan mineral yang baik, namun memiliki kadar garam lebih tinggi daripada hidrolisat protein murni. Oleh karena itu, dosis telah disesuaikan dan ada opsi pengurangan garam jika menggunakan MSG dosis tinggi untuk menjaga keseimbangan osmotik bagi mikroba.