POC BS03: POC Generatif - Fructus Maxima

SOP Pembuatan POC Generatif Premium “Fructus Maxima” - Skala 100 Liter

Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:

  • Nutrisi P & K Dosis Tinggi: Diformulasikan secara khusus untuk memiliki kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) organik terlarut yang sangat tinggi, dua nutrisi kunci yang paling dibutuhkan tanaman selama fase pembuahan.
  • 100% Bio-available (Siap Serap): Berkat kerja bakteri pelarut mineral, unsur P dari tepung tulang dan K dari sabut kelapa diubah menjadi bentuk ionik yang dapat diserap akar seketika, tanpa menunggu proses dekomposisi yang lama di tanah.
  • Kepadatan Bakteri Pelarut Mineral: Mengandung populasi bakteri Bacillus megaterium (pelarut P) dan Bacillus mucilaginosus (pelarut K) yang tinggi, yang akan terus bekerja “menambang” nutrisi di tanah bahkan setelah aplikasi.
  • Meningkatkan Bobot, Rasa, dan Daya Simpan Buah: Suplai Kalium yang melimpah akan memaksimalkan translokasi gula dari daun ke buah, menghasilkan buah yang lebih berat, lebih manis (untuk tanaman buah), lebih pedas (untuk cabai), dan memiliki kulit lebih tebal sehingga tidak mudah rusak.

Tahap 1: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)

Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.

Bahan Utama (Sumber P, K, Ca Organik Dosis Tinggi):

  • 15 kg batang dan bonggol pisang (dicacah halus). Sumber Kalium (K) organik terbaik.
  • 10 kg tepung tulang ikan. Sumber Fosfor (P) dan Kalsium (Ca) organik kualitas premium.
  • 5 kg abu sabut kelapa atau abu tandan kosong sawit. Sumber Kalium (K) instan.

Bahan Lainnya:

Langkah-langkah:

  1. Masukkan semua bahan utama (cacahan pisang, tepung tulang, abu) ke dalam drum.
  2. Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi dan 10 liter MOL Starter. Aduk rata hingga semua bahan basah dan tercampur.
  3. Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter. Aduk kembali hingga homogen.
  4. Nyalakan aerator. Proses fermentasi dengan aerasi akan sangat mempercepat pelarutan mineral P dan K.
  5. Biarkan fermentasi berjalan selama 14-21 hari.

Tahap 2: Indikator Kematangan & Pemanenan

Indikator: Bau fermentasi khas tape, tidak ada bau amonia atau busuk. Saat aerator dimatikan, larutan cenderung cepat mengendap karena kandungan mineralnya tinggi.

Pemanenan:

  1. Matikan aerator, biarkan ampas berat (sisa tulang, dll) mengendap selama 24 jam.
  2. Saring larutan dengan kain. Cairan inilah Fructus Maxima Generative Feed.
  3. Ampasnya adalah pupuk padat P-K-Ca slow release yang sangat bagus.

Tahap 3: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Generatif)

Studi Kasus: Memaksimalkan Bobot dan Kualitas Buah Cabai

Prinsip: POC ini digunakan setelah fase pembungaan lewat dan tanaman fokus pada pembesaran buah. Ini adalah “pakan penggemukan” untuk buah.

Aplikasi Awal (Saat Buah Mulai Terbentuk / Seukuran Jari Kelingking):

  • Tujuan: Memberikan suplai nutrisi P & K dosis tinggi sejak awal pembentukan buah.
  • Dosis: 25-30 ml Fructus Maxima per 1 liter air.
  • Cara: Kocorkan 250-300 ml larutan per tanaman. Lakukan setiap 5-7 hari sekali.

Fase Pengisian Buah (Hingga Menjelang Panen):

  • Tujuan: Memastikan buah terisi penuh, padat, kulit tebal, warna cerah, dan rasa pedas maksimal.
  • Dosis: Naikkan dosis menjadi 30-40 ml Fructus Maxima per 1 liter air.
  • Cara: Lanjutkan kocor rutin setiap 5-7 hari sekali. Aplikasi kocor adalah yang paling efektif karena P dan K adalah unsur yang lebih banyak diserap melalui akar.

Setelah Pemetikan Pertama:

  • Tujuan: Memberikan energi bagi tanaman untuk kembali memunculkan bunga dan buah baru (pada cabai rawit atau cabai keriting yang panennya berulang).
  • Dosis: Tetap di dosis tinggi, 30-40 ml per liter air.
  • Cara: Segera setelah pemetikan, kocorkan kembali POC ini untuk memulihkan energi tanaman dan mendukung gelombang pembuahan berikutnya.

Dengan menggunakan Fructus Maxima, Anda akan melihat perbedaan signifikan pada bobot panen cabai Anda. Buah akan lebih berat berisi, tidak mudah rontok, dan memiliki kualitas pasar yang lebih baik.