POC BS02: POC Vegetative - Nutri Grow Vegetative
SOP Pembuatan POC Vegetatif Premium “Nutri Grow Vegetative” - Skala 100 Liter
Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:
- Nutrisi N-P-K Seimbang & Organik: Menyediakan Nitrogen (N) untuk pertumbuhan daun, Fosfor (P) untuk energi dan akar, serta Kalium (K) untuk kekuatan batang, semuanya dari sumber organik murni.
- Ketersediaan Hara Maksimal (Bio-available): Bakteri pelarut nutrisi memastikan bahwa unsur hara yang terkandung dalam bahan organik dipecah menjadi bentuk ionik yang dapat langsung diserap oleh akar tanaman.
- Kepadatan Mikroba Fungsional Tinggi: Mengandung populasi bakteri penambat Nitrogen (Azotobacter), pelarut Fosfor (Bacillus), dan bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas) yang tinggi, yang terus bekerja menyuplai nutrisi di tanah setelah aplikasi.
- Kaya Asam Amino & Senyawa Bioaktif: Produk akhir mengandung asam amino esensial, vitamin, dan metabolit dari Bakteri Fotosintetik (PSB) yang berfungsi sebagai vitamin dan peningkat vigor bagi tanaman.
Tahap 1: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.
Bahan Utama (Sumber Nutrisi Nabati):
- 15 kg daun gamal (Gliricidia sepium), daun lamtoro, atau daun Indigofera. Ketiganya adalah sumber Nitrogen (N) nabati terbaik.
- 5 kg rumput laut segar (jika tersedia, sebagai sumber mikro & hormon) atau diganti gedebong pisang (dicacah).
Bahan Lainnya:
- 10 liter TONIK 01: Tonik Nutrisi Macro Boost.
- 5 liter MOL BS03 - MOL Akar Legum.
- 5 liter MOL BS03 - MOL Bakteri Fotositetik.
- Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 65 liter).
Langkah-langkah:
- Ekstraksi Nabati: Blender atau cacah sangat halus semua bahan nabati (daun gamal, rumput laut/gedebog).
- Masukkan bubur nabati ke dalam drum.
- Tuangkan 10 liter TONIK 01: Tonik Nutrisi Macro Boost, 5 liter MOL BS03 - MOL Akar Legum, dan 5 liter MOL BS03 - MOL Bakteri Fotositetik. Aduk rata.
- Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter.
- Nyalakan aerator dan biarkan fermentasi aerobik berjalan selama 10-14 hari. Aerasi akan mempercepat dekomposisi dan perkembangbiakan bakteri aerob.
Tahap 2: Indikator Kematangan & Pemanenan
Indikator: Bau fermentasi khas (tidak busuk), warna larutan menjadi coklat gelap pekat, dan bahan nabati telah hancur larut.
Pemanenan:
- Matikan aerator, biarkan ampas mengendap selama 1-2 hari.
- Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Nutri Grow Vegetative Anda.
- Ampas sisa sangat baik untuk dijadikan campuran media tanam atau kompos.
Tahap 3: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fase Vegetatif)
Studi Kasus: Memberikan Nutrisi Lengkap pada Tanaman Cabai dari Pindah Tanam hingga Menjelang Berbunga
Prinsip: POC ini adalah “nasi dan lauk” bagi tanaman. Berikan secara rutin untuk memastikan tanaman tidak pernah kelaparan.
Aplikasi Awal (7 Hari Setelah Tanam):
- Tujuan: Memberikan pasokan nutrisi awal untuk memulihkan diri dari stres pindah tanam dan memulai pertumbuhan tunas baru.
- Dosis: 20 ml Nutri Grow Vegetative per 1 liter air (atau 2 gelas per tangki 16 liter).
- Cara: Kocorkan 250 ml (satu gelas) larutan ke setiap lubang tanam.
Pemupukan Rutin Fase Vegetatif (Hingga Muncul Bunga Pertama):
- Tujuan: Memacu pertumbuhan batang yang kokoh, cabang yang banyak (tunas air), dan daun yang lebar dan hijau pekat.
- Dosis: 25-30 ml Nutri Grow Vegetative per 1 liter air.
- Cara:
- Kocor (Utama): Kocorkan 250-300 ml larutan per tanaman setiap 5-7 hari sekali. Ini adalah cara paling efektif untuk memberikan nutrisi.
- Semprot (Pendukung): Dengan dosis 10 ml per 1 liter air, bisa disemprotkan ke daun setiap 10 hari sekali untuk pupuk daun tambahan.
Manfaat yang Diharapkan:
Dengan aplikasi rutin, tanaman cabai Anda akan tumbuh subur, seragam, memiliki banyak cabang produktif, dan lebih siap memasuki fase generatif karena sudah memiliki “modal” batang dan daun yang sehat. Penggunaan pupuk kimia NPK bisa dikurangi secara signifikan.