Keanekaragaman Fungsional Tinggi: Konsorsium mengandung bakteri dengan 4 fungsi utama: penambat Nitrogen (Azotobacter), pelarut Fosfat (Bacillus), pembenah struktur tanah (Paenibacillus), dan dekomposer bahan organik kompleks (Streptomyces).
Kepadatan Mikroba Sangat Tinggi: Mencapai target populasi > $1 \times 10^9$ CFU/ml (Colony Forming Units per mililiter) berkat penggunaan tonik nutrisi khusus.
Kaya Metabolit Sekunder: Hasil akhir tidak hanya mengandung bakteri, tetapi juga kaya akan enzim (selulase, protease), hormon tumbuh (auksin), dan asam organik yang langsung bermanfaat bagi tanah.
100% Organik Murni & Bebas Patogen: Tidak menggunakan kotoran hewan, sehingga bebas dari biji gulma, telur nematoda, dan bakteri patogen (seperti E. coli).
Masukkan Substrat Padat: Masukkan dedak padi, biochar, rock phosphate, dan asam humat secara perlahan sambil terus diaduk hingga menjadi seperti bubur.
Penuhi Volume: Tambahkan sisa air bersih hingga total volume mencapai sekitar 100 liter. Sisakan ruang kosong sekitar 20-30 cm di atas.
Pasang Aerator: Masukkan 2 batu aerasi hingga ke dasar drum. Nyalakan aerator. Aerasi ini penting untuk bakteri aerob seperti Azotobacter dan Bacillus.
Fermentasi: Tutup drum namun jangan terlalu rapat agar ada sirkulasi udara. Biarkan proses fermentasi berjalan dengan aerasi selama 7-14 hari.
Tujuan: Mengisi tanah dengan mikroba bermanfaat dan mulai mengurai bahan organik.
Dosis: Campurkan 1 liter Bio Sakti - Soil Recovery dengan 20 liter air.
Cara: Setelah bedengan dibuat dan pupuk dasar (kompos/arang sekam) ditaburkan, siramkan larutan secara merata ke seluruh permukaan bedengan. Biarkan selama 1 minggu agar mikroba mulai bekerja.