POC BS01: Pembenah Tanah - Bio Sakti Soil Recovery

SOP Pembuatan Pembenah Tanah Premium “Bio Sakti - Soil Recovery” - Skala 100 Liter

Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:

  • Keanekaragaman Fungsional Tinggi: Konsorsium mengandung bakteri dengan 4 fungsi utama: penambat Nitrogen (Azotobacter), pelarut Fosfat (Bacillus), pembenah struktur tanah (Paenibacillus), dan dekomposer bahan organik kompleks (Streptomyces).
  • Kepadatan Mikroba Sangat Tinggi: Mencapai target populasi > $1 \times 10^9$ CFU/ml (Colony Forming Units per mililiter) berkat penggunaan tonik nutrisi khusus.
  • Kaya Metabolit Sekunder: Hasil akhir tidak hanya mengandung bakteri, tetapi juga kaya akan enzim (selulase, protease), hormon tumbuh (auksin), dan asam organik yang langsung bermanfaat bagi tanah.
  • 100% Organik Murni & Bebas Patogen: Tidak menggunakan kotoran hewan, sehingga bebas dari biji gulma, telur nematoda, dan bakteri patogen (seperti E. coli).

Daftar Microorganisme yang dibutuhkan

Dikelompokkan menurut fungsi—plus spesies contoh yang umum tersedia di pasaran/lab rumahan.

  1. Pengurai Cepat (dekomposer bahan organik & protein)
    • Bacillus subtilis (halotoleran, penghasil enzim selulase–protease; menekan patogen).
    • Bacillus licheniformis (protease kuat; bantu pelepasan N).
    • Bacillus polymyxa (dekomposer + fiksasi N non-simbiotik ringan).
    • Lactobacillus plantarum (LAB; menurunkan pH awal, percepat pengawetan & hambat patogen; toleran garam).
  2. Pelarut Posfat (PSB – Phosphate Solubilizing Bacteria)
    • Bacillus megaterium (larutkan P tak larut via asam organik & fosfatase).
    • Pseudomonas fluorescens / P. putida (asam organik & siderofor; juga bioprotektan akar).
  3. Pelarut Kalium (KSB – Potassium Solubilizing Bacteria)
    • Bacillus mucilaginosus (melarutkan K dari mineral silikat/abu; cocok untuk padatan & POC).
    • Frateuria aurantia (penghasil asam organik; efektif untuk K terikat).
  4. Fiksasi Nitrogen non-simbiotik (menambah N total)
    • Azotobacter chroococcum (aerob, toleran kondisi kompos; bantu vitamin & fitohormon).
    • Azospirillum brasilense (mikroaerofilik; bantu pertumbuhan akar & serapan N).
  5. Fotosintetik & Perombak Senyawa Kompleks (Booster POC)
    • Rhodopseudomonas palustris / Rhodobacter sphaeroides / Rhodobacter Capsulatus (bakteri fotosintetik; memulihkan kualitas POC, toleran salinitas sedang, memperkaya asam amino & faktor tumbuh).
    • Aktinomiset (anti-bau & anti-patogen, pengurai lignoselulosa) – masih bakteri (filamentous)
    • Streptomyces spp (enzim selulase–xilanase; menekan jamur patogen; bikin kompos matang lebih “wangi tanah”).

Kebutuhan Minimal namun efektif, pakai 7 ini:

  1. Bacillus subtilis
  2. Bacillus licheniformis
  3. Bacillus megaterium (PSB)
  4. Bacillus mucilaginosus (KSB)
  5. Lactobacillus plantarum
  6. Azotobacter chroococcum (N-fixer)
  7. Streptomyces sp.

Tambahan untuk meningkatkan kualitas POC:

  1. Pseudomonas fluorescens (ketahanan tanaman),
  2. Rhodopseudomonas palustris (kualitas POC),
  3. Azospirillum brasilense (akar).

Tahap 1: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)

Alat:

  • Drum plastik kapasitas 120-150 liter + tutup.
  • Aerator akuarium 2 lubang + 2 buah batu aerasi + selang.
  • Kayu/pipa pengaduk.

Bahan Utama:

Langkah-langkah:

  1. Persiapan: Bersihkan drum hingga steril. Letakkan di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan.
  2. Campur Tonik: Masukkan 10 liter TONIK 01: Tonik Nutrisi Pembenah ke dalam drum. Tambahkan 20 liter air bersih, aduk rata.
  3. Masukkan Substrat Padat: Masukkan dedak padi, biochar, rock phosphate, dan asam humat secara perlahan sambil terus diaduk hingga menjadi seperti bubur.
  4. Aktivasi Starter: Masukkan 5 liter MOL BS01: MOL Starter Humus Bambu dan 5 liter MOL BS02: MOL Starter Rumput Gajah atau Vetive. Aduk kembali hingga homogen.
  5. Penuhi Volume: Tambahkan sisa air bersih hingga total volume mencapai sekitar 100 liter. Sisakan ruang kosong sekitar 20-30 cm di atas.
  6. Pasang Aerator: Masukkan 2 batu aerasi hingga ke dasar drum. Nyalakan aerator. Aerasi ini penting untuk bakteri aerob seperti Azotobacter dan Bacillus.
  7. Fermentasi: Tutup drum namun jangan terlalu rapat agar ada sirkulasi udara. Biarkan proses fermentasi berjalan dengan aerasi selama 7-14 hari.

Tahap 2: Indikator Kematangan & Pemanenan

Indikator:

  • Aroma: Bau fermentasi yang kuat seperti tape atau ragi, tidak ada bau busuk (amonia/comberan).
  • Buih: Terbentuk buih putih halus di permukaan akibat kerja aerator.
  • Warna: Warna coklat gelap pekat.
  • pH: pH akan turun ke kisaran 4.5 - 6.0.

Pemanenan:

  • Matikan aerator, biarkan selama 12-24 jam agar ampas mengendap.
  • Saring atau sedot bagian cairnya dengan selang. Ini adalah Bio Sakti - Soil Recovery cair yang siap digunakan.
  • Ampas sisa di dasar drum bisa digunakan sebagai kompos padat super premium.

Tahap 3: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai

Studi Kasus: Menanam Cabai di Lahan Kering yang Cenderung Tandus

Prinsip: Gunakan dosis tinggi di awal untuk “membangunkan” tanah, lalu dosis pemeliharaan secara rutin.

Saat Pengolahan Lahan (1 Minggu Sebelum Tanam):

  • Tujuan: Mengisi tanah dengan mikroba bermanfaat dan mulai mengurai bahan organik.
  • Dosis: Campurkan 1 liter Bio Sakti - Soil Recovery dengan 20 liter air.
  • Cara: Setelah bedengan dibuat dan pupuk dasar (kompos/arang sekam) ditaburkan, siramkan larutan secara merata ke seluruh permukaan bedengan. Biarkan selama 1 minggu agar mikroba mulai bekerja.

Saat Pindah Tanam:

  • Tujuan: Mengurangi stres pindah tanam dan melindungi akar muda dari patogen.
  • Dosis: Campurkan 500 ml Bio Sakti - Soil Recovery dengan 15 liter air.
  • Cara: Sebelum bibit cabai ditanam, siramkan sekitar 250 ml (satu gelas) larutan ke setiap lubang tanam.

Fase Perawatan Rutin (Mulai 7 Hari Setelah Tanam):

  • Tujuan: Memastikan pasokan nutrisi terlarut, menjaga kesehatan perakaran, dan menekan pertumbuhan jamur patogen.
  • Dosis: Campurkan 20-30 ml Bio Sakti - Soil Recovery per 1 liter air (atau 2-3 gelas per tangki 16 liter).
  • Cara: Kocorkan larutan ke area perakaran setiap 7-10 hari sekali. Dosis per tanaman sekitar 200-250 ml larutan.

Manfaat yang Diharapkan pada Tanaman Cabai:

  • Akar menjadi lebih lebat dan panjang, tanaman lebih tahan kekeringan.
  • Penyerapan pupuk kimia (jika masih digunakan) menjadi jauh lebih efisien.
  • Tanaman lebih vigor, daun lebih hijau, dan lebih tahan terhadap penyakit layu Fusarium/bakteri.
  • Produktivitas dan kualitas buah meningkat karena pasokan nutrisi yang stabil.