PSN BS06: Pembuatan Herbisida Pra-Tumbuh - Grass Blocker

SOP Pembuatan Herbisida Pra-Tumbuh “Grass Blocker” - Skala 100 Liter

Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:

  • Aksi Alelopati Kuat: Mengandung konsentrasi tinggi senyawa alelokimia (fenolik, terpenoid) yang diekstrak dari tanaman-tanaman yang dikenal sebagai supresor gulma alami.
  • Menekan Perkecambahan Biji Gulma: Bekerja di lapisan atas tanah untuk menghambat atau mengganggu proses germinasi biji-biji gulma, terutama gulma berdaun sempit dan beberapa gulma berdaun lebar.
  • Mengandung Mikroba Supresif: Diperkaya dengan mikroba yang mampu bertahan dalam lingkungan alelopati dan dapat melanjutkan produksi senyawa fitotoksik (racun bagi tumbuhan) ringan di dalam tanah.
  • Aman bagi Tanaman Pokok (Jika Diaplikasikan dengan Benar): Didesain untuk diaplikasikan sebelum tanam, di mana senyawa aktifnya akan menekan gulma namun akan terurai secukupnya sehingga aman bagi perakaran tanaman utama yang ditanam beberapa hari kemudian.

Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Mikroba Toleran Alelopati)

Kita akan mencari mikroba dari lingkungan di mana terjadi “perang” antar tanaman secara alami. Mikroba yang bertahan di sana sudah pasti tangguh dan beradaptasi dengan senyawa alelokimia.

Sumber Alami Terbaik: Tanah dari Rumpun Teki Ladang atau Humus dari Bawah Pohon Pinus.

Alasan: Teki ladang dan Pinus adalah juara dalam menekan tumbuhan lain di sekitarnya. Mikroba yang hidup di perakaran mereka sudah toleran dan bahkan mungkin ikut serta dalam “peperangan” tersebut.

Bahan:

  • 2 kg tanah beserta umbi/akar dari rumpun teki ladang, atau humus jarum pinus.
  • 5 liter air cucian beras kental.
  • 500 gram gula aren/gula merah, dicairkan.

Wadah: Jeriken 10 liter.

Cara Membuat:

  1. Masukkan semua bahan ke dalam jeriken, kocok kuat, lalu kendurkan tutupnya.
  2. Simpan di tempat gelap selama 10-14 hari. Ini adalah MOL Starter Alelopati.

Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Allel-Extract”

Tonik ini berfungsi sebagai pelarut untuk menarik keluar senyawa alelokimia dari bahan nabati dan sebagai pengawet alami.

Volume Tonik: 10 Liter

Bahan:

  • 5 liter Cuka Aren atau Cuka Nira (kualitas baik, asam asetatnya berfungsi sebagai pelarut dan herbisida kontak ringan).
  • 3 liter air bersih.
  • 2 kg molase (tetes tebu).
  • 1 kg Garam Krosok (garam non-yodium). Garam di sini berfungsi sebagai herbisida tambahan dan pengawet. (Lihat catatan penting di bagian aplikasi).

Cara Membuat:

  1. Dalam ember, larutkan molase dan garam krosok ke dalam 3 liter air hingga larut sempurna.
  2. Masukkan cuka, aduk rata. Tonik siap digunakan.

Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)

Alat: Drum plastik 120-150L dengan tutup yang bisa ditutup rapat (anaerob).

Bahan Utama (Nabati Alelopati Kuat):

  • 20 kg (atau sebanyak mungkin) umbi beserta daun Teki Ladang (Cyperus rotundus), dicacah atau diblender kasar.
  • 10 kg jarum pinus dan kulit kayu pinus yang sudah lapuk/kering.
  • 5 kg daun gamal (Gliricidia sepium).

Bahan Lainnya:

  • 10 liter Tonik Nutrisi “Allel-Extract”.
  • 10 liter MOL Starter Alelopati.
  • Air bersih secukupnya.

Langkah-langkah:

  1. Masukkan semua bahan nabati yang sudah dicacah ke dalam drum.
  2. Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi dan 10 liter MOL Starter. Aduk hingga rata.
  3. Tambahkan air secukupnya hingga semua bahan terendam, lalu aduk hingga total volume mencapai 100 liter.
  4. Tutup drum dengan SANGAT RAPAT. Proses ini adalah fermentasi anaerob untuk mengekstrak dan menjaga senyawa volatil (mudah menguap) yang bersifat herbisida. Pasang selang fermentasi jika ada.
  5. Biarkan fermentasi berjalan selama 21-30 hari di tempat teduh.

Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan

Indikator: Bau asam yang sangat tajam, menyengat, dengan aroma khas seperti terpentin (dari pinus) dan bau langu teki. Bahan nabati sudah hancur dan menjadi bubur.

Pemanenan:

  1. Buka tutup drum (lakukan di area terbuka karena baunya sangat kuat).
  2. Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Grass Blocker Anda.
  3. Simpan dalam jeriken tertutup rapat. Ampasnya bisa disebar di lahan kosong yang tidak akan ditanami dalam waktu dekat.

Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai

Ini adalah bagian paling KRITIS. Kesalahan waktu dan cara aplikasi akan menyebabkan kegagalan atau bahkan meracuni tanaman utama.

Prinsip: Aplikasikan ke tanah yang sudah diolah SEBELUM bibit cabai ditanam dan SEBELUM mulsa dipasang.

Waktu Aplikasi: 7 hari SEBELUM jadwal pindah tanam bibit cabai.

Kondisi Lahan: Lahan sudah diolah sempurna menjadi bedengan yang siap tanam. Permukaan tanah dalam kondisi lembab (bukan becek atau kering kerontang).

Langkah-langkah Aplikasi:

  1. Dosis: Campurkan 1 liter Grass Blocker dengan 10 liter air.
  2. Cara: Siramkan atau semprotkan larutan secara merata ke seluruh permukaan atas bedengan. Pastikan seluruh permukaan tanah basah oleh larutan. Untuk lahan 1000 tanaman, Anda mungkin butuh 100-200 liter larutan jadi (10-20 liter biang).
  3. Biarkan Terbuka: Setelah aplikasi, biarkan bedengan selama 5-7 hari. Periode tunggu ini sangat penting agar senyawa alelokimia bekerja menekan biji gulma di permukaan, dan agar senyawa yang terlalu keras sempat menguap/terurai sehingga tidak membahayakan akar bibit cabai nantinya.
  4. Pasang Mulsa: Setelah 5-7 hari, pasang mulsa plastik hitam perak.
  5. Tanam Bibit: Segera lubangi mulsa dan tanam bibit cabai Anda.

PERINGATAN KERAS:

  • JANGAN PERNAH menyiramkan atau menyemprotkan produk ini ke tanaman cabai yang sudah tumbuh. Produk ini bersifat non-selektif dan akan merusak/membunuh tanaman apa pun yang terkena.
  • Karena mengandung garam, produk ini hanya untuk aplikasi pra-tumbuh di mana sebagian besar garam akan tercuci sebelum akar tanaman utama berkembang.