PSN BS05: Pembuatan Fungisida Kontak - Fungi Force
On this page
- SOP Pembuatan Fungisida Nabati Kontak Premium “Fungi Force” - Skala 100 Liter
- Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Mikroba Antagonis Jamur)
- Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Fungi-Combat”
- Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
- Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
- Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai
SOP Pembuatan Fungisida Nabati Kontak Premium “Fungi Force” - Skala 100 Liter
Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:
- Aksi Ganda & Cepat: Mengkombinasikan mekanisme antibiosis dari bakteri (menghasilkan antibiotik alami) dengan kekuatan fungisida kontak dari ekstrak nabati, memberikan aksi cepat untuk menghambat perkecambahan spora jamur.
- Membentuk Perisai Mikroba (Biofilm): Bakteri bermanfaat seperti Bacillus akan membentuk lapisan tipis (biofilm) di permukaan daun dan buah, yang secara fisik menghalangi spora jamur untuk menempel dan menembus jaringan tanaman.
- Kaya Enzim Peluruh Dinding Sel Jamur: Fermentasi ini dirancang khusus untuk memaksimalkan produksi enzim kitinase dan glukanase yang secara langsung merusak dinding sel jamur, membuatnya lemah dan mudah mati.
- Spektrum Luas: Efektif untuk pencegahan dan pengendalian penyakit jamur permukaan seperti Antraknosa/Patek (Colletotrichum sp.), Bercak Daun (Cercospora sp.), dan Embun Tepung (Powdery Mildew).
Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Mikroba Antagonis Jamur)
Kita akan mencari bakteri “petarung” dari lingkungan yang secara alami sudah kaya akan senyawa anti-jamur. Mikroba yang bisa bertahan di sana pastilah memiliki kemampuan antagonis yang kuat.
Sumber Alami Terbaik: Tanah Perakaran Rimpang Jahe, Lengkuas, atau Kunyit.
Alasan: Rimpang-rimpangan ini mengeluarkan senyawa alelopati yang bersifat fungisida untuk melindungi diri. Bakteri yang hidup di sekitar akarnya (rizosfer) sudah terbiasa dengan “peperangan kimia” ini dan banyak di antaranya yang juga menghasilkan senyawa anti-jamur yang kuat, terutama dari genus Bacillus dan Streptomyces.
Bahan:
- 2 kg tanah subur beserta akar-akar halus dari sekitar rumpun jahe/lengkuas/kunyit yang sehat.
- 5 liter air cucian beras kental.
- 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
- 100 gram bubuk kitin atau cangkang udang giling (untuk memicu dan menyeleksi mikroba penghasil kitinase).
Wadah: Jeriken 10 liter.
Cara Membuat:
- Masukkan tanah perakaran rimpang, air cucian beras, larutan gula aren, dan bubuk kitin ke dalam jeriken.
- Tutup rapat, kocok kuat, lalu kendurkan tutupnya.
- Simpan di tempat gelap selama 10-14 hari. Aromanya akan khas seperti tape bercampur humus. Ini adalah MOL Starter Antagonis Anda.
Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Fungi-Combat”
Tonik ini adalah suplemen khusus untuk memacu bakteri agar menghasilkan “senjata” anti-jamur mereka dalam jumlah berlimpah.
Volume Tonik: 10 Liter
Bahan:
- 5 liter air kelapa tua.
- 3 liter air bersih.
- 1 kg molase (tetes tebu).
- 1 liter hidrolisat protein kedelai. Lipopeptida (antibiotik dari Bacillus) adalah protein, jadi bahan baku ini sangat penting.
- 500 gram bubuk kitin murni. Pemicu utama produksi enzim kitinase.
- 50 ml Minyak Cengkeh (Clove Oil). Mengandung eugenol, senyawa fungisida kontak yang sangat kuat dan memberikan efek sinergis.
Cara Membuat:
- Dalam ember, larutkan molase dan bubuk kitin ke dalam 3 liter air.
- Masukkan air kelapa dan hidrolisat protein kedelai, aduk rata.
- Terakhir, tuangkan minyak cengkeh sambil diaduk cepat. Tonik siap digunakan.
Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.
Bahan Utama (Nabati Fungisida Kontak):
- 5 kg bawang putih (digeprek atau diblender kasar beserta kulitnya).
- 5 kg sereh wangi (digeprek batangnya).
- 3 kg daun sirih segar.
Bahan Lainnya:
- 10 liter Tonik Nutrisi “Fungi-Combat”.
- 10 liter MOL Starter Antagonis.
- Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 65-70 liter).
Langkah-langkah:
- Ekstraksi Nabati: Blender semua bahan nabati (bawang putih, sereh wangi, daun sirih) dengan air secukupnya hingga menjadi bubur.
- Masukkan bubur nabati ini ke dalam drum.
- Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi dan 10 liter MOL Starter. Aduk rata.
- Tambahkan air bersih hingga total volume 100 liter.
- Nyalakan aerator dan biarkan fermentasi aerobik berjalan selama 10-14 hari. Aerasi penting bagi Bacillus dan Streptomyces untuk menghasilkan antibiotik.
Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
Indikator: Aroma fermentasi yang sangat tajam dan pedas khas herbal (bawang putih, sereh), bukan bau busuk.
Pemanenan:
- Matikan aerator, biarkan ampas mengendap.
- Saring larutan dengan kain yang sangat halus agar tidak menyumbat nozel sprayer. Cairan inilah Fungi Force Bio-Fungicide.
- Simpan dalam jeriken tertutup rapat dan teduh.
Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai
Studi Kasus: Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Patek/Antraknosa (Colletotrichum sp.) pada Buah Cabai
Prinsip Utama: Produk ini bekerja di permukaan. Aplikasi harus preventif (mencegah) dan merata. Ia tidak bisa menyembuhkan buah yang sudah terinfeksi parah, tapi bisa menghentikan penyebaran spora ke buah lain yang sehat.
Waktu Aplikasi:
- Paling Ideal: Pagi hari setelah embun kering. Ini memberikan waktu bagi larutan untuk membentuk lapisan pelindung sebelum malam hari yang lembab (kondisi ideal bagi jamur).
Aplikasi Preventif (Sebelum Ada Serangan):
- Tujuan: Membuat perisai pelindung sebelum spora datang. Sangat krusial dilakukan saat tanaman mulai berbunga dan saat musim hujan.
- Dosis: 10-15 ml Fungi Force per 1 liter air (atau 160-240 ml per tangki 16 liter).
- Bahan Tambahan Wajib: Tambahkan perekat-perata organik (misal: 1 ml sabun kalium per liter) agar larutan menempel sempurna pada permukaan buah cabai yang licin.
- Teknik Penyemprotan:
- Gunakan nozel yang menghasilkan kabut halus.
- Fokus Utama: Semprotkan secara merata pada bunga, bakal buah, dan buah-buah muda. Di sinilah infeksi antraknosa sering dimulai.
- Pastikan seluruh bagian tanaman, termasuk batang dan bawah daun, juga terlapisi tipis.
Saat Serangan Mulai Terlihat (Ada 1-2 Buah Kena Patek):
Tujuan: Menghentikan penyebaran spora dari buah yang sakit ke buah yang sehat.
- Langkah 1: Petik dan musnahkan (bakar/kubur) semua buah yang sudah menunjukkan gejala. Jangan dibuang di sekitar lahan.
- Langkah 2: Naikkan dosis aplikasi menjadi 15-20 ml Fungi Force per 1 liter air.
- Langkah 3: Semprotkan secara intensif ke seluruh tanaman, terutama di sekitar area bekas buah yang sakit.
Frekuensi:
- Ulangi aplikasi setiap 3-4 hari sekali selama 2 minggu untuk memutus siklus hidup jamur. Setelah kondisi aman, kembali ke jadwal preventif (7 hari sekali).