PSN BS04: Fungisida Systemic Nabati - Fungi Shield
On this page
- SOP Pembuatan Fungisida Nabati Sistemik Premium “Fungi Shield” - Skala 100 Liter
- Tahap 1: Pembuatan MOL Starter Endofit dari Sumber Alami
- Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Fungi-Suppressor”
- Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
- Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
- Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fokus Pencegahan)
SOP Pembuatan Fungisida Nabati Sistemik Premium “Fungi Shield” - Skala 100 Liter
Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:
- Aksi Sistemik Endofit Sejati: Bakteri tidak hanya menempel di permukaan, tetapi aktif berkolonisasi di dalam jaringan akar, batang, dan daun, memberikan perlindungan menyeluruh dan jangka panjang.
- Mekanisme Pertahanan Ganda:
- Antibiosis Langsung: Bakteri menghasilkan senyawa lipopeptida dan enzim (kitinase, glukanase) yang secara langsung merusak dinding sel jamur patogen.
- Imunitas Terinduksi (ISR): Kehadiran bakteri di dalam jaringan akan “mengaktifkan” sistem kekebalan alami tanaman, membuatnya lebih waspada dan tahan terhadap serangan jamur di kemudian hari.
- Spektrum Luas: Diformulasikan untuk efektif melawan jamur patogen utama pada cabai seperti Colletotrichum sp. (Antraknosa/Patek), Fusarium oxysporum (Layu Fusarium), dan Cercospora sp. (Bercak Daun).
- Kaya Metabolit Antifungi: Produk akhir mengandung konsentrasi tinggi metabolit bioaktif yang sudah jadi, sehingga efeknya lebih cepat terasa saat aplikasi.
Tahap 1: Pembuatan MOL Starter Endofit dari Sumber Alami
Ini adalah tahap paling unik. Kita tidak mengambil bakteri dari tanah, melainkan “memanennya” dari dalam jaringan tanaman sehat yang secara alami sudah memiliki pertahanan kuat.
A. MOL Jaringan Rebung Bambu (Target: Bacillus subtilis & Streptomyces endofit)
Bambu terkenal sangat tahan terhadap penyakit karena kaya akan mikroba endofit pelindung.
Bahan:
- 500 gram rebung bambu muda dan bersih.
- 5 liter air cucian beras (leri) kental.
- 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
- Alkohol 70% atau pemutih pakaian (untuk sterilisasi permukaan).
Wadah: Jeriken 10 liter.
Cara Membuat:
- Sterilisasi Permukaan: Cuci bersih rebung. Semprot atau rendam dalam larutan alkohol 70% (selama 1 menit) atau larutan pemutih (1:10 dengan air, selama 3 menit). Bilas 3 kali dengan air matang untuk menghilangkan sisa sterilizer. Langkah ini krusial untuk memastikan kita hanya mengkultur bakteri dari DALAM jaringan.
- Cacah halus atau blender rebung yang sudah steril hingga menjadi bubur.
- Masukkan bubur rebung ke dalam jeriken. Tambahkan air cucian beras dan larutan gula aren.
- Tutup rapat, kocok kuat. Kendurkan tutupnya sedikit atau pasang selang fermentasi.
- Simpan di tempat gelap selama 7-10 hari. Ini adalah MOL Starter A (Endofit Rebung).
B. MOL Akar Cabai Sehat (Target: Pseudomonas fluorescens endofit)
Kita akan mengisolasi bakteri yang sudah terbukti mampu melindungi tanaman cabai.
Bahan:
- Akar dari 2-3 tanaman cabai yang paling sehat, subur, dan bebas penyakit di lahan Anda.
- 5 liter air cucian beras (leri) kental.
- 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
Cara Membuat:
- Sterilisasi Permukaan: Lakukan proses sterilisasi permukaan pada akar cabai, sama persis seperti pada rebung bambu.
- Proses selanjutnya sama seperti pembuatan MOL Rebung.
- Simpan di tempat gelap selama 7-10 hari. Ini adalah MOL Starter B (Endofit Cabai).
Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Fungi-Suppressor”
Tonik ini tidak hanya untuk memperbanyak bakteri, tapi juga untuk memicu mereka memproduksi enzim dan senyawa anti-jamur secara maksimal.
Volume Tonik: 10 Liter
Bahan:
- 5 liter air kelapa tua (sumber nutrisi & hormon).
- 3 liter air bersih.
- 1 kg molase (tetes tebu).
- 500 gram bubuk kitin murni atau 1 kg cangkang udang/kepiting giling halus. Ini adalah pemicu utama produksi enzim kitinase (penghancur dinding sel jamur).
- 500 ml hidrolisat protein kedelai/ikan (sumber nitrogen untuk sintesis lipopeptida).
- 250 gram Chitosan (bubuk).
Cara Membuat:
- Dalam ember, larutkan molase dan kitosan ke dalam 3 liter air.
- Masukkan air kelapa, hidrolisat protein, dan bubuk kitin.
- Aduk hingga semua bahan tercampur sempurna. Tonik siap digunakan.
Tahap 3: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)
Alat: Sama seperti SOP sebelumnya (Drum 120-150L, Aerator 2 lubang).
Bahan Utama (Nabati):
- 5 kg daun mimba segar.
- 3 kg rimpang kunyit dan lengkuas.
- 2 kg daun sirih segar.
Bahan Lainnya:
- 10 liter Tonik Nutrisi “Fungi-Suppressor”.
- 5 liter MOL Starter A (Endofit Rebung).
- 5 liter MOL Starter B (Endofit Cabai).
- Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 70 liter).
Langkah-langkah:
- Ekstraksi Nabati: Blender semua bahan nabati (mimba, kunyit, lengkuas, sirih) dengan sedikit air hingga menjadi bubur pekat.
- Masukkan bubur nabati ini ke dalam drum 120-150L.
- Campur Tonik & Starter: Masukkan 10 liter Tonik Nutrisi, 5 liter MOL Starter A, dan 5 liter MOL Starter B. Aduk hingga rata.
- Penuhi Volume: Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter. Aduk kembali.
- Nyalakan Aerator: Pasang batu aerasi hingga ke dasar drum dan nyalakan aerator. Aerasi sangat penting untuk Pseudomonas dan Bacillus menghasilkan metabolit anti-jamur terbaiknya.
- Fermentasi: Biarkan fermentasi aerobik ini berjalan selama 10-14 hari di tempat teduh.
Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan
Indikator:
- Aroma: Bau fermentasi yang tajam dan khas herbal (bukan bau busuk).
- Lapisan Biofilm: Seringkali terbentuk lapisan tipis seperti jeli di permukaan, ini adalah tanda pertumbuhan bakteri aerob yang sangat baik.
- pH: pH akan stabil di kisaran 4.0 - 5.5.
Pemanenan:
- Matikan aerator, biarkan 12-24 jam hingga ampas mengendap.
- Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Fungi Shield Anda.
- Ampasnya bisa ditebar di bedengan sebagai pupuk dan biokontrol tambahan.
Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fokus Pencegahan)
Prinsip: “Vaksinasi” tanaman sejak dini dan lakukan “booster” secara rutin. Jangan menunggu ada gejala penyakit.
Perlakuan Benih (Tahap Paling Kritis):
- Tujuan: Menginfeksi benih dengan bakteri endofit sejak awal kehidupan.
- Dosis: 50 ml Fungi Shield + 1 liter air.
- Cara: Rendam benih cabai dalam larutan selama 30-60 menit sebelum disemai.
Fase Persemaian (Usia 10 & 20 Hari):
- Tujuan: Memastikan bibit muda terkolonisasi dengan baik sebelum pindah tanam.
- Dosis: 10 ml Fungi Shield per 1 liter air.
- Cara: Semprotkan tipis ke seluruh bagian bibit, terutama bagian bawah daun.
Saat Pindah Tanam:
- Tujuan: Menginokulasi sistem perakaran secara masif.
- Dosis: 20 ml Fungi Shield per 1 liter air.
- Cara: Sebelum bibit ditanam, celupkan seluruh bagian akarnya ke dalam larutan selama 1-2 menit. Sisa larutan bisa disiramkan ke lubang tanam.
Penyemprotan Preventif Rutin (Mulai 10 Hari Setelah Tanam):
- Tujuan: Menjaga populasi endofit tetap tinggi dan sistem imun tanaman selalu aktif, terutama saat musim hujan atau kelembaban tinggi.
- Dosis: 10-15 ml Fungi Shield per 1 liter air (atau 150-250 ml per tangki 16 liter). Tambahkan perekat organik.
- Cara: Semprotkan ke seluruh bagian tanaman (atas dan bawah daun, batang) setiap 7-10 hari sekali. Lakukan pada pagi atau sore hari.
Dengan SOP ini, Anda tidak hanya membuat fungisida nabati, tetapi Anda sedang memproduksi “sistem imun eksternal” yang hidup dan berkembang bersama tanaman cabai Anda.