PSN BS03: Pembuatan Insektisida Kontak - Insect Force

SOP Pembuatan Insektisida Nabati Kontak Premium “Insect Force” - Skala 100 Liter

Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:

  • Aksi Ganda Kontak & Lambung: Menggabungkan racun saraf dari nabati (neurotoksin) yang bekerja saat kontak, dengan toksin protein dari bakteri (delta-endotoksin) yang merusak pencernaan hama jika termakan.
  • Efek Jatuh Cepat (Knockdown Effect): Diformulasikan untuk melumpuhkan hama lunak seperti ulat dan kutu daun dalam waktu singkat setelah aplikasi, menghentikan kerusakan tanaman secara langsung.
  • Kaya Enzim Perusak Kutikula: Proses fermentasi dirancang untuk memaksimalkan produksi enzim kitinase, yang dapat merusak dan melunakkan lapisan pelindung (kutikula/rangka luar) serangga, membuat mereka lebih rentan terhadap racun nabati.
  • Mengatasi Resistensi Hama: Menggunakan berbagai jenis racun dengan cara kerja yang berbeda (racun saraf, racun pencernaan, perusak kutikula) membuatnya sangat sulit bagi hama untuk mengembangkan kekebalan.

Tahap 1: Pembuatan MOL Starter (Isolasi Mikroba Biokontrol)

Untuk insektisida kontak, kita perlu mencari mikroba “pembunuh” yang aktif di alam. Tempat terbaik untuk mencarinya adalah di mana ada “peperangan” alami antara mikroba dan serangga.

Sumber Alami Terbaik: Tanah dan Lapukan Kayu dari Pohon Tumbang yang Dimakan Serangga.

Alasan: Ekosistem ini adalah “medan perang” mikroba. Bakteri dan jamur di sini bersaing untuk mengurai kayu sekaligus melindungi diri dari serangga (seperti rayap, kumbang). Mereka secara alami menghasilkan senyawa insektisida dan enzim seperti kitinase. Ini adalah sumber terbaik untuk mendapatkan Bacillus sp. (termasuk yang mirip Bt) dan Streptomyces sp.

Bahan:

  • 2 kg tanah humus beserta serpihan kayu lapuk dari bawah pohon tumbang.
  • 5 liter air cucian beras kental.
  • 250 gram gula aren/gula merah, dicairkan.
  • 100 gram bubuk kitin atau cangkang udang giling (untuk menyeleksi mikroba penghasil kitinase).

Wadah: Jeriken 10 liter.

Cara Membuat:

  1. Masukkan tanah lapukan kayu, air cucian beras, larutan gula aren, dan bubuk kitin ke dalam jeriken.
  2. Tutup rapat, kocok kuat selama 1 menit. Kendurkan kembali tutupnya agar gas bisa keluar.
  3. Simpan di tempat gelap selama 10-14 hari. Aromanya akan sangat khas seperti humus yang kuat. Ini adalah MOL Starter Biokontrol Anda.

Tahap 2: Pembuatan Tonik Nutrisi “Toxin-Boost”

Tonik ini diformulasikan untuk memberi makan bakteri dengan bahan baku yang tepat agar mereka memproduksi protein toksin dan enzim insektisida secara maksimal.

Volume Tonik: 10 Liter

Bahan:

  • 5 liter air kelapa tua.
  • 3 liter air bersih.
  • 1 kg molase (tetes tebu).
  • 1 liter hidrolisat protein kedelai. Protein adalah bahan baku utama pembentuk toksin kristal (Cry-protein) yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus.
  • 500 gram bubuk kitin murni. Pemicu utama agar bakteri memproduksi enzim kitinase dalam jumlah besar.
  • 250 ml Minyak Jarak (Castor Oil) sebagai emulsifier dan perekat alami.

Cara Membuat:

  1. Dalam ember, larutkan molase dan bubuk kitin ke dalam 3 liter air.
  2. Masukkan air kelapa dan hidrolisat protein kedelai, aduk rata.
  3. Tuangkan minyak jarak sambil diaduk cepat. Tonik siap digunakan.

Tahap 3: Proses Fermaentasi Utama (Skala 100 Liter)

Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.

Bahan Utama (Nabati Kontak Keras):

  • 1 kg bunga Piretrum kering (Chrysanthemum cinerariifolium) atau 250 ml ekstrak piretrum murni. Ini adalah racun saraf kontak alami terbaik.
  • 3 kg daun tembakau kering/rajangan. (PERHATIAN: Gunakan sarung tangan dan masker).
  • 3 kg biji mimba (digiling/ditumbuk kasar) ATAU 2 liter minyak mimba (Neem Oil) murni.

Bahan Lainnya:

  • 10 liter Tonik Nutrisi “Toxin-Boost”.
  • 10 liter MOL Starter Biokontrol.
  • Air bersih bebas klorin secukupnya (sekitar 65-70 liter).

Langkah-langkah:

  1. Ekstraksi Nabati: Rendam bunga piretrum dan daun tembakau dalam 10 liter air panas (jangan mendidih) selama beberapa jam, lalu saring. Jika menggunakan biji mimba, rendam juga.
  2. Masukkan air hasil rendaman (ekstrak) nabati ke dalam drum.
  3. Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi dan 10 liter MOL Starter. Aduk rata. Jika menggunakan minyak mimba, tuangkan sekarang.
  4. Tambahkan air bersih hingga total volume 100 liter.
  5. Nyalakan aerator dan biarkan fermentasi aerobik berjalan selama 7-10 hari. Waktu lebih singkat karena kita fokus pada metabolit, bukan dekomposisi total.

Tahap 4: Indikator Kematangan & Pemanenan

Indikator: Bau fermentasi yang sangat menyengat dan pedas khas tembakau dan piretrum.

Pemanenan:

  1. Matikan aerator, biarkan mengendap.
  2. Saring larutan dengan kain halus. Cairan inilah Insect Force.
  3. Simpan dengan aman, beri label RACUN, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Tahap 5: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai

Studi Kasus: Mengatasi Serangan Ulat Grayak (Spodoptera litura) dan Kutu Daun (Aphids) pada Tanaman Cabai

Prinsip Utama: Produk ini adalah senjata pemukul. Gunakan saat hama terlihat. Cairan insektisida HARUS mengenai tubuh hama secara langsung agar efektif.

Waktu Aplikasi:

  • Paling Efektif: Sore hari (setelah pukul 16.00) saat suhu tidak terlalu panas dan hama mulai aktif mencari makan. Bahan aktif juga tidak cepat rusak oleh sinar UV.

Saat Serangan Hama Terdeteksi:

  • Tujuan: Menghentikan serangan dan membunuh hama yang ada secepat mungkin.
  • Dosis: 15-20 ml **