Aksi Sistemik via Induksi Imunitas (ISR): Bakteri endofit yang kita kultur akan hidup di dalam jaringan tanaman. Kehadiran mereka memicu sistem pertahanan alami tanaman, membuat getah dan jaringan tanaman menjadi “tidak enak” atau bahkan beracun bagi tungau penghisap.
Mekanisme Serangan Ganda:
Perlindungan dari Dalam: Tanaman yang terkolonisasi bakteri menjadi lebih kuat dan tidak disukai tungau.
Aksi Kontak & Anti-Makan: Metabolit bakteri dan ekstrak nabati dalam larutan semprot akan bekerja secara kontak, merusak sistem saraf, dan mengganggu siklus hidup tungau yang ada di permukaan daun.
Menembus Pertahanan Hama: Tungau sering kali kebal terhadap pestisida kimia. Pendekatan multi-mekanisme dari Mite Shield membuatnya lebih sulit bagi tungau untuk mengembangkan resistensi.
Kaya Metabolit Akarisida: Produk akhir mengandung kombinasi metabolit bakteri (seperti enzim dan surfaktan) dan alkaloid nabati (seperti nikotin dan asetogenin) yang bekerja sinergis.
Tahap 1: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)#
Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.
Bahan Utama (Nabati Akarisida):
5 kg daun babadotan (Ageratum conyzoides) segar.
3 kg daun tembakau segar/kering. (Gunakan sarung tangan dan masker saat mengolahnya).
Tujuan: Memberikan perlindungan awal di lahan baru dan menginokulasi akar.
Dosis: 20 ml Mite Shield per 1 liter air.
Cara: Kocorkan 200 ml larutan ke setiap lubang tanam setelah bibit diletakkan.
Penyemprotan Preventif Rutin (Mulai 10 Hari Setelah Tanam):#
Tujuan: Mencegah populasi tungau meledak dan menjaga imunitas tanaman tetap tinggi.
Dosis: 10-15 ml Mite Shield per 1 liter air (150-250 ml per tangki 16 liter). Wajib tambahkan perekat/perata organik seperti minyak sayur + sabun colek sedikit, atau produk komersial.
Cara:
Semprotkan setiap 5-7 hari sekali selama musim kemarau atau jika sudah terlihat gejala awal.
Kunci Keberhasilan: Arahkan nozel semprot dari bawah ke atas sehingga seluruh permukaan bawah daun basah kuyup. Di sinilah tungau hidup, makan, dan bertelur.
Lakukan penyemprotan pada sore hari (setelah jam 16.00) untuk menghindari degradasi bahan aktif oleh sinar matahari dan agar tidak mengganggu serangga penyerbuk.