PSN BS01: Akarisida Systemic Nabati - Mite Shield

SOP Pembuatan Akarisida Nabati Sistemik Premium “Mite Shield” - Skala 100 Liter

Spesifikasi Premium yang Ingin Dicapai:

  • Aksi Sistemik via Induksi Imunitas (ISR): Bakteri endofit yang kita kultur akan hidup di dalam jaringan tanaman. Kehadiran mereka memicu sistem pertahanan alami tanaman, membuat getah dan jaringan tanaman menjadi “tidak enak” atau bahkan beracun bagi tungau penghisap.
  • Mekanisme Serangan Ganda:
    • Perlindungan dari Dalam: Tanaman yang terkolonisasi bakteri menjadi lebih kuat dan tidak disukai tungau.
    • Aksi Kontak & Anti-Makan: Metabolit bakteri dan ekstrak nabati dalam larutan semprot akan bekerja secara kontak, merusak sistem saraf, dan mengganggu siklus hidup tungau yang ada di permukaan daun.
  • Menembus Pertahanan Hama: Tungau sering kali kebal terhadap pestisida kimia. Pendekatan multi-mekanisme dari Mite Shield membuatnya lebih sulit bagi tungau untuk mengembangkan resistensi.
  • Kaya Metabolit Akarisida: Produk akhir mengandung kombinasi metabolit bakteri (seperti enzim dan surfaktan) dan alkaloid nabati (seperti nikotin dan asetogenin) yang bekerja sinergis.

Tahap 1: Proses Fermentasi Utama (Skala 100 Liter)

Alat: Drum plastik 120-150L, Aerator 2 lubang, Batu aerasi.

Bahan Utama (Nabati Akarisida):

  • 5 kg daun babadotan (Ageratum conyzoides) segar.
  • 3 kg daun tembakau segar/kering. (Gunakan sarung tangan dan masker saat mengolahnya).
  • 3 kg daun sirsak (Annona muricata) segar.

Bahan Lainnya:

Langkah-langkah:

  1. Ekstraksi Nabati: Blender semua bahan nabati (babadotan, tembakau, sirsak) dengan sedikit air hingga menjadi bubur pekat.
  2. Masukkan bubur nabati ke dalam drum.
  3. Tuangkan 10 liter Tonik Nutrisi, 5 liter MOL Starter A, dan 5 liter MOL Starter B. Aduk rata.
  4. Tambahkan air bersih hingga total volume mencapai 100 liter.
  5. Nyalakan aerator dan biarkan fermentasi aerobik berjalan selama 10-14 hari.

Tahap 2: Indikator Kematangan & Pemanenan

Indikator: Bau fermentasi yang sangat menyengat khas tembakau dan herbal, bukan bau busuk. Buih aktif di permukaan dan pH stabil di kisaran 4.5 - 6.0.

Pemanenan:

  1. Matikan aerator, biarkan ampas mengendap selama 24 jam.
  2. Saring larutan dengan kain halus. Cairan hasil saringan adalah Mite Shield.
  3. Penting: Simpan dalam jeriken tertutup rapat, jauhkan dari jangkauan anak-anak dan sinar matahari langsung. Beri label yang jelas.

Tahap 3: Cara Pengaplikasian pada Budidaya Cabai (Fokus Pencegahan Tungau)

Studi Kasus: Serangan Tungau Merah (Tetranychus sp.) pada Tanaman Cabai di Musim Kemarau

Prinsip: Tungau menyerang dari bawah daun dan menyebar cepat saat cuaca panas. Aplikasi harus preventif, rutin, dan mengenai sasaran.

Fase Persemaian (Usia 15 Hari):

  • Tujuan: Inokulasi dini agar bibit sudah “berbenteng” sebelum pindah ke lahan.
  • Dosis: 10 ml Mite Shield per 1 liter air.
  • Cara: Semprotkan tipis ke seluruh bagian bibit, pastikan mengenai bagian bawah daun.

Saat Pindah Tanam:

  • Tujuan: Memberikan perlindungan awal di lahan baru dan menginokulasi akar.
  • Dosis: 20 ml Mite Shield per 1 liter air.
  • Cara: Kocorkan 200 ml larutan ke setiap lubang tanam setelah bibit diletakkan.

Penyemprotan Preventif Rutin (Mulai 10 Hari Setelah Tanam):

  • Tujuan: Mencegah populasi tungau meledak dan menjaga imunitas tanaman tetap tinggi.
  • Dosis: 10-15 ml Mite Shield per 1 liter air (150-250 ml per tangki 16 liter). Wajib tambahkan perekat/perata organik seperti minyak sayur + sabun colek sedikit, atau produk komersial.
  • Cara:
    • Semprotkan setiap 5-7 hari sekali selama musim kemarau atau jika sudah terlihat gejala awal.
    • Kunci Keberhasilan: Arahkan nozel semprot dari bawah ke atas sehingga seluruh permukaan bawah daun basah kuyup. Di sinilah tungau hidup, makan, dan bertelur.
    • Lakukan penyemprotan pada sore hari (setelah jam 16.00) untuk menghindari degradasi bahan aktif oleh sinar matahari dan agar tidak mengganggu serangga penyerbuk.