MOL BS05: MOL Starter Pelarut Mineral (Isolasi Bakteri Penambang P & K)

MOL Starter Pelarut Mineral (Isolasi Bakteri Penambang P & K)

Deskripsi Singkat dan Fungsi

MOL Starter Pelarut Mineral adalah kultur mikroba yang ditujukan untuk mengisolasi bakteri spesialis pelarut mineral, terutama Bacillus megaterium (pelarut Fosfat) dan Bacillus mucilaginosus (pelarut Kalium).

Bakteri ini bekerja dengan menghasilkan asam organik alami (seperti asam sitrat, asam glukonat, dan asam laktat) yang melarutkan mineral tidak larut dari batuan, abu vulkanik, atau fosfat alam.

Manfaat Utama:

  • Membebaskan unsur Fosfor (P) dari batuan fosfat.
  • Membebaskan unsur Kalium (K) dari abu sabut kelapa atau tanah vulkanis.
  • Memperkaya tanah dengan mikroba “penambang mineral” yang meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman.

Sumber Alami Terbaik

  • Tanah sekitar batuan fosfat alam
  • Tanah vulkanis subur

Lingkungan ini kaya mineral terikat dan dihuni mikroba tangguh yang terbiasa “memakan batuan”.


Bahan:

  • 2 kg tanah dari area batuan fosfat atau tanah vulkanis subur.
  • 5 L air cucian beras kental (sebagai sumber karbon sederhana).
  • 250 g gula aren/gula merah, dicairkan.
  • 250 g Rock Phosphate (fosfat alam) bubuk.
  • 250 g abu sabut kelapa (sumber Kalium dan seleksi alami).

Wadah:

  • Jeriken 10 L (plastik, dengan tutup ulir).

Cara Membuat:

  1. Masukkan semua bahan (tanah, air cucian beras, gula merah cair, rock phosphate, abu sabut kelapa) ke dalam jeriken.
  2. Tutup rapat, kocok kuat selama 2–3 menit agar homogen.
  3. Kendurkan tutup sedikit untuk mencegah tekanan gas berlebih.
  4. Simpan jeriken di tempat gelap bersuhu kamar selama 10–14 hari.
  5. Kocok ringan setiap 2–3 hari untuk menjaga distribusi nutrisi dan oksigen minimal.

Indikator Jadi:

  • Aroma agak asam segar (bukan busuk menyengat).
  • Endapan tanah, fosfat, dan abu mulai terpisah dengan lapisan cair jernih kecoklatan di atas.
  • Jika dibiakkan pada media kultur lanjutan, terlihat koloni dominan Bacillus.

Penggunaan & Penyimpanan

  • Sebagai Inokulan: Gunakan 10–20% v/v untuk membuat MOL turunan atau sebagai starter dalam fermentasi pupuk cair kaya mineral.
  • Penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan teduh. Daya simpan optimal: ≤ 1 bulan (sebaiknya segera digunakan atau dipindahkan ke media kultur segar).

Catatan Teknis

  • Air cucian beras menjadi substrat energi awal (karbohidrat sederhana) untuk merangsang pertumbuhan Bacillus.
  • Rock phosphate + abu sabut kelapa berfungsi sebagai media seleksi alami, hanya bakteri pelarut mineral yang dapat bertahan dan mendominasi kultur.
  • Untuk meningkatkan kestabilan, MOL ini dapat dikombinasikan dengan tonik nutrisi kaya gula dan asam amino (misalnya Tonik Nutrisi Macro Boost atau PK-Booster).